Rektor Institut Lamaddukelleng Sebut Taufan Pawe Tokoh Nasional

Rektor Institut Lamaddukelleng Sebut Taufan Pawe Tokoh Nasional
Taufan Pawe saat mengisi kuliah umum di Institut Lamaddukelleng, Wajo (Ist).

KABARBUGIS.ID – Rektor Institut Ilmu Hukum dan Ilmu Ekonomi Lamaddukelleng, Prof Andi Siardin Djemma menilai, Wali Kota Parepare Taufan Pawe (TP) sudah menjadi tokoh nasional.

Hal tersebut ia katakan saat Taufan Pawe membawakan kuliah umum di Institut Ilmu Hukum dan Ilmu Ekonomi Lamaddukelleng, Kabupaten Wajo yang diikuti ratusan mahasiswa, Sabtu (8/10).

"Kalau ada yang bilang tokoh Sulsel saya tidak setuju. Karena beliau sudah menjadi tokoh nasional," kata Rektor Institut Lamaddukellen, Prof Andi Siardin Djemma di depan ratusan mahasiswa.

Dirinya menjelaskan, bukan tanpa alasan Taufan Pawe disebut tokoh nasional. Semenjak menjadi profesional hukum, TP telah dipercaya menjadi konsultan hukum berbagai perusahaan nasional. Terlebi saat ini, menjabat sebagai Wali Kota Parepare dua periode.

"Berbagai prestasi tingkat nasional diperoleh beliau sebagai wali kota Parepare. Sehingga tidak heran beliau diakui secara nasional. Jadi suatu kehormatan, pak TP bisa membawakan kuliah umum disini," jelasnya.

Sementara Wali Kota Parepare, Taufan Pawe mengatakan, mahasiswa hukum patut berbangga karena bisa menjadi manusia berintegritas.

"Kita patut berbangga sebagai mahasiswa hukum. Karena kita mahasiswa pilihan yang bisa menjadi manusia berintegritas. Saya juga dari kampus swasta. Jadi tidak boleh berkecil hati. Selama kita bersungguh-sungguh, insyaallah kita bisa meraih cita - cita kita," katanya.

Ketua Golkar Sulsel itu menjelaskan, menjadi mahasiswa S1 hukum harus memiliki dasar kuat. TP melanjutkan, berdasarkan perkataan mendiang Prof Andi Zainal Abidin Farid, jika dua mahasiswa hukum itu bertemu, tiga pendapat akan pasti lahir.

"Apa makna filosofinya, yaitu ilmu hukum itu makin dikejar semakin kita merasa kurang. Sehingga model keilmuan mahasiswa hukum itu tidak pernah klop, karena ilmunya ingin selalu bertambah," pungkasnya.

Penulis : Rudi Hartono

Editor : Fritz V Wongkar