Tertinggi di Sulawesi, Parepare Mengalami Inflasi Sebesar 7,66 Persen

Tertinggi di Sulawesi, Parepare Mengalami Inflasi Sebesar 7,66 Persen
Inflasi Kota Parepare (Dok. BPS Parepare)

KABARBUGIS.ID – Kota Parepare menjadi daerah tertinggi Infalsi di Sulawesi. Kota Parepare terjadi inflasi Year on Year (YoY) sebesar -0,48 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,9. Hal tersebut berdasarkan rilis resmi untuk bulan Oktober 2022 Badan Pusat Statistik (BPS) Parepare pada 1 November 2022.

Dari 5 kota IHK di Sulawesi Selatan, Inflasi YoY tertinggi terjadi di Kota Parepare sebesar 7,66 persen dengan IHK sebesar 114,90 dan inflasi YoY terendah terjadi di Kabupaten Bulukumba sebesar 4,70 persen dengan IHK sebesar 112,83. 

Sedangkan tingkat inflasi Month to Month (MtM) Oktober 2022 di Kota Parepare sebesar -0,48 persen dan tingkat inflasi Year to Date (YtD) Oktober 2022 sebesar 5,6 persen. 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto mengatakan sebran inflasi Oktober 2022 antar wilayah. Inflasi tertinggi yakni wilayah Kalimantan di daerah Tanjung Selor sebesar 9,11 persen  sedangkan inflasi terendah di Kota Ternate, Maluku sebesar 3,32 persen.

“Inflasi tertinggi wilayah Sumatera (Kota Padang 7,92%), Jawa (Kota Serang 7,54%), Bali Nusra (Kota Kupang 8,06%), Kalimantan (Kota Selor 9,11%), Sulawesi (Kota Parepare 7,66%), Papua (Kota Jayapura 7,43%) sementara Maluku inflasi terendah (Kota Ternate 3,32%),” kata Setianto dilihat KabarBugis.id di laman youtube BPS Statistics, Jumat (4/11).

Inflasi di Kota Parepare terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 8,5 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,12 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 10,64 persen.

Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 4,83 persen; kelompok transportasi sebesar 14,4 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 2,32 persen; kelompok pendidikan sebesar 13,66 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 6,04 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,14 persen. 

“Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,3 persen,” jelasnya.

Sementara perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Parepare pada Oktober 2022 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Parepare, pada Oktober 2022 terjadi inflasi YoY sebesar 7,66 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,72.

“Pada Oktober 2021 menjadi 114,9 pada Oktober 2022, Tingkat inflasi MtM sebesar -0,48 persen dan tingkat inflasi YtD sebesar 5,66 persen,” ujarnya.

Penulis : Rudi Hartono

Editor : Fritz V Wongkar

Kabar Serupa :
Gebyar UMKM Sinjai Resmi Berlangsung
Kabar Ekonomi

Gebyar UMKM Sinjai Resmi Berlangsung

27.11.2022 - 09:48