Penyakit Jembrana, 13 Sapi Mati Mendadak di Sinjai

BBVET Maros kematian secara mendadak ternak sapi di Sinjai disebabkan karena terinfeksi penyakit Jembrana

Penyakit Jembrana, 13 Sapi Mati Mendadak di Sinjai
Ternak sapi yang mati (Ist).

KABARBUGIS.ID – Puluhan ternak sapi mati mendadak di Kabupaten Sinjai. Ternak sapi itu milik warga Kecamatan Sinjai Timur dan Kecamatan Sinjai Selatan.

Pemerintah setempat telah melakukan pengambilan sampel. Hal itu dibenarkan Kabid keswan dan kesmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai, Mappamancu, Selasa (22/11).

"iye dek, Tim dari Laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVET) Maros hari Minggu kemarin sudah turun," Jelasnya kepada Tim kabarbugis.id.

Ia juga menyampaikan berdasarkan catatan sementara terdapat 13 ekor ternak sapi mati, masing-masing 11 ekor di Desa Pasimarannu dan 2 ekor di  Desa Talle.

"Dicatatan sementara kami untuk data terbaru itu ada 13 ekor, 11 di Sinjai timur desa Pasimarannu dan 2 ekor di Sinjai Selatan desa Talle," tambahnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di laboratorium BBVET Maros kematian secara mendadak ternak sapi di Sinjai disebabkan karena terinfeksi penyakit Jembrana. 

"Tim dari Laboratorium Balai Besar Veteriner Maros sudah menyampaikan hasilnya bahwa itu disebabkan oleh Penyakit Jembrana," jelasnya. "Apabila komplikasi dengan penyakit lain,bisa muncul sesuai gejala penyakit yang mix," lanjutnya.

Ia menjelaskan, ternak bisa mati mendadak tanpa gejala. Adapun gejala umum penyakit tersebut seperti demam tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening di dekat bahu ternak, dekat lutut, dibawah telinga, air liur meningkat dan bisa keringat berdarah.

Mappamancu menambahkan adanya kasus tersebut pihak DPKH Sinjai telah melakukan penyuntikan Vitamin dan Antibiotik di dua titik daerah terdampak serta pemberian penyuluhan terhadap peternak oleh Tim Dokter Hewan bersama Koordinator Peternakan dan Kesehatan Hewan kecamatan.

"Tim sudah melakukan penyuntikan pada dua titik, sebanyak 29 ekor di Desa Talle dan 25 ekor di Desa Pasimarannu, Selain itu diberikan penyuluhan langsung pada peternak pada daerah kasus oleh Tim Dokter Hewan dan Koordinator Peternakan dan Kesehatan Hewan kecamatan untuk melakukan pencegahan," tutupnya.

Penulis : Satmaniar

Editor : Rudi HR