BMKG Proyeksi Cuaca Ekstrem di Sulsel Terjadi hingga 5 Januari 2023

BMKG memprediksi terjadi gelombang tinggi hingga 6 meter khususnya wilayah Sulsel bagian barat dan selatan

BMKG Proyeksi Cuaca Ekstrem di Sulsel Terjadi hingga 5 Januari 2023
Ilustrasi cuaca buruk (Dok. Pixsabay/KabarBugis.id)

KABARBUGIS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memprediksi cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) akan berlangsung hingga 5 Januari 2023. 

BMKG memprediksi hujan sedang hingga lebat akan terjadi. Khususnya wilayah Sulsel bagian barat dan selatan diimbau waspada. Dampak cuaca buruk umumnya terjadi di wilayah tersebut.

Adapun daerah Sulsel bagian barat yang dimaksud, yakni Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, dan Bantaeng. Sedangkan Sulsel bagian selatan, meliputi Jeneponto, Takalar, dan Kepulauan Selayar.

"Sampai data terakhir, hujan sedang hingga lebat masih masih berpotensi terjadi hingga tanggal 5 Januari 2023," kata Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Asriani Idrus, Rabu (28/12).

Asriani mengungkap, ada beberapa faktor yang memicu cuaca buruk di sejumlah wilayah Sulsel. Salah satunya pertemuan angin di laut Jawa dikarenakan beberapa faktor, diantaranya monsun Asia, tekanan rendah di utara Australia.

Menurutnya, wilayah Sulsel bagian barat dan selatan diimbau waspada. Dampak cuaca buruk umumnya akan terjadi di wilayah tersebut.

"Umumnya Sulsel bagian barat dan selatan, tetap waspada," bebernya.

Selain itu, Asriani juga memperkirakan akan terjadi gelombang tinggi di perairan hingga akhir tahun. Ketinggian gelombang bisa mencapai 1,25 meter hingga 6 meter.

"Sampai akhir tahun gelombang diprediksi 1,25 hingga 6 meter di pesisir Sulsel bagian barat dan selatan," ungkapnya.

BMKG memperingatkan kesiapsiagaan akan potensi bencana hidrometeorologi imbas cuaca buruk itu. Bencana tersebut mulai dari banjir hingga longsor.

"Hujan sedang hingga lebat, disertai angin kencang dan gelombang tinggi dapat mengakibatkan banjir, pohon tumbang, keterlambatan transportasi," ujarnya.

Penulis : Redaksi

Editor : Rudi HR